Suatu hari Cacing pergi ke sawah.
Di sana ia senang,berteman dengan bu tanah dan tuan padi.
Ia merasa senang sekali,ia merasa berarti,
I a dibutuhkan,ia tak di buang.
suatu hari kemarau datang,si cacing-cacing terbuang ia tak dibutuhkan,air lebih diperhatikan.cacing kesepian,ia pergi dari ladang pergi merantau tak tau tujuan,hingga ia temukan
sebuah tempat yang lumayan indah,tetapi,ia juga tak tau tempat apa itu,berjalan kesana kemari,mencari seseorang yang mungkin bisa ia tanyai tentang tempat apa itu.akhirnya iabertemu dengan seorang keong tua,ia bertanya,"selamat siang menjelang sore pak",keong tua menjawab selamat malam nak",eh salah selamat sore nak",cacing bertanya lagi"pak ini dimana?",keong tua menjawab lagi,"ini adalah bedungan kali deres","adik dari mana?,sepertinya kakek belum pernah melihat adik",cacing menjawab dengan lantang,"saya cacing pak,dari sawah ingin merantau mencari tempat makan,tempat tinggal,tempat makan,mungkin juga tempat peristirahata.keong tua langsung kaget juga setengah emosi "maksud adik ini apa?,mau menghina saya,mentang adik masih muda,banyak tenaganya,emang kakek sudah tua,tapi adik ingat dong dari mana adik berasal?,dari orang tuakan?",keong menjawab"maaf kek tapi saya nggak bermaksud begitu kek,saya kan hanya menjelaskan mau apa saya kesini,kok kakek malah marah????????????????????,kek sekarang saya boleh tinggal disini nggak,kasihani saya kek,saya kan udah jelek dekil,bau,gak ada yang munggut".keong tua,"ya udah maafin kakek juga,kakek punggut deh,mau apa nggak?tapi kamu harus nyuci,ngepel,masak dan lain-lain dirumah kakek,".cacing menjawab"ya ampun kek,saya ini mau dijadiin anak angkat atau pembantu??????????????????????????,ya udah nggak apa-apa deh.
akhirnya mereka tinggal bersama,sehingga mereka tak peduli dengan apa yang terjadi diluar,baik itu musim kemarau atau hujan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Makasih.......